[Tutorial] Membuat form register sederhana dengan php dan mysql – Berbagi Yuks!

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment
Silsilah AVATAR

Silsilah AVATAR

Posted in Uncategorized | Leave a comment

The Bulus Attack?!

Image

 

Sehelai Kertas

 

Saat kamu membaca judul buku ini jangan berharap bahwa isinya berkutat tentang cara praktis membuat minyak bulus apalagi cara memburunya. Ceritanya memang menyajikan sosok Bulus, tapi beliau sangat aneh bila dibandingkan dengan bulus-bulus lainnya.

Ukurannya lebih bongsor dan sangat ganas ketimbang bulus biasa. Bahkan ada sesuatu dari bagian tubuhnya yang bakal dimanfaatkan oleh mafia berakal bulus untuk mengeruk fulus. Selain itu kamu bakal ketemu sama makhluk-makhluk bumi yang jadi tokoh utama di cerita ini.

Adalah The TAMPAN, nama kelompok persahabatan yang tingkat kegokilan mereka di atas rata-rata namun tetap ramah dan suka belajar. Para anggotanya adalah Anank, Abaz, Gaduk, Ranoy, dan Jojo. Mereka ini adalah siswa kelas XI di SMA Ghanalai di Kota Kandangan, sebuah kota kecil yang ada di provinsi Kalimantan Selatan.

Nah, dengan tingkah mereka yang agak beda dari remaja normal lainya dapat dibayangkan gimana serunya aksi The Tampan yang secara mendadak nasib mereka mau tak mau harus berhadapan dengan mafia. Hal ini karena The Tampanlah yang kebetulan memelihara bulus super tersebut.

Cerita ini dipenuhi aksi dan humor sakti mandraguna. Semuanya tersaji dalam seting masyarakat menengah ke bawah dengan pesan kehidupan tersendiri yang khas dan segar untuk disantap.

            Okeehhh..!! Gadies and Centilmen..!! Close your eyes and give me your hand untuk sama-sama membuka buku ini pertama kalinya. Satu cerita yang sangat menghibur dalam posisi apa pun anda membacanya. Ini dia…

 

AYAT – AYAT CINTA

Sory.. salah baca…

 

KETIKA CINTA BERTASBIH

 Duh, gimana sih.. Ehem-ehem.. Ah ini dia

 

THE BULUS ATTACK

TATKALA NALURI SATWA BERGEJOLAK 

 

 

 

 

Empang Nestapa

 

Alam semesta ini memang sangat luas. Segala sesuatu yang melingkupinya hanya sedikit yang dapat diketahui oleh manusia. Apalagi saat memandang indahnya langit senja atau hamparan bintang di malam hari, sangat terasa bahwa ini hanyalah sebagian kecil dari alam semesta. Maha besar Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya. Lalu pantaskah seorang manusia yang semuanya sama-sama punya upil merasa sombong? Nggak pantes banget dong ahhh.

            Sementara langit malam dengan hujan yang sangat deras saat ini sedang menghiasi kota Kandangan, sebuah kota di provinsi Kalimantan Selatan yang terkenal dengan Loksado sebagai daerah objek wisata adventure-nya.

Hujan deras yang cukup meresahkan dan mengganggu telinga.

            Tampaklah sebuah Helicopter melintas dalam hujan deras di tengah malam ini. Cuaca buruk jelas sangat mengganggunya tapi benda terbang itu tidak juga menyalakan lampu sorotnya, apakah rusak atau mungkin memang tidak boleh dinyalakan? Cahaya petir terkadang menerangi permukaan tubuh helicopter berwarna hitam itu. Ada apakah kiranya gerangan dengan helicopter itu kakanda? Mana gue tau adinda!

            Gedung sekolah SMA Ghanalai yang sunyi senyap. Hanya ada riuh gemuruh atap genteng metal diterpa hujan dan temaram cahaya lampu 50 watt di beberapa sudut sekolah. Sesekali kilat petir memecah langit malam dengan ganasnya. Sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 02:30 am.

Di tengah derasnya hujan malam, helicopter misterius yang kini melintas di atas area sekolah itu, tiba-tiba saja menikung dengan cepatnya. Sepertinya sedang berbalik arah secara mendadak. Saat itu juga dari pintu helicopter yang sedikit terbuka, meluncurlah sebuah benda elips seukuran kelapa muda. SSHHH…!!! BYUARR!!! Benda itu jatuh menghantam empang yang ada di area belakang sekolah SMA Ghanalai. Air empang bergejolak hebat, sehebat gejolak asmara diantara kita. Setelah beberapa saat air empang itu pun kembali tenang damai sentosa.

            Dan siraman hujan pun semakin deras di malam ini. Bias-bias cahaya lampu jalan raya, lampu gedung, dan rumah warga menyemburat sayu dibalik tirai bening air hujan. Sementara warga sekitar ada yang masih duduk di depan tivi nonton bola, ada yang tidur mendekap majalah Playboy, serta ada juga yang sedang bersujud dengan butiran air mata dalam khusyu shalat malamnya.

 

* * *

SYAHH! GDUBRAK!!!  

Anank dan Gaduk mencampakkan sepeda full-pretelnya begitu saja saat masuk ruang parkir di SMA Ghanalai. Mereka berdua tergesa-gesa berlari menuju kelas di pagi Sabtu ini. Ketakutan akan ’terlambat masuk’ menghiasi wajah mereka.

“Hh..hh..hh.. Kirain telat kita Nank,” hidung Gaduk mendengus hebat saat memasuki kelas dan mendapati sosok gurunya ternyata masih belum datang.

Anank meletakkan tasnya di atas meja dan berjalan kembali keluar kelas dengan wajah cool, “iya Duk, pantesan pagar belum digembok satpam. Kita bersih-bersih dulu ke mushala Duk! Kayak loreng tentara nihh…”

Gaduk ngikuti Anank, mereka ngangkang kayak habis disunat berjalan menuju kran wudhu mushala untuk membersihkan celana sekolah mereka yang belepotan becek. Yahh, karena hujan turun sampai pagi ini jadi dapat dipastikan bahwa dua perjaka gokil ini tadi mengayuh sepeda kenceng banget melewati genangan-genangan air di jalanan.

Tak berapa lama, keduanya berjalan tegap menuju kelas dengan bagian bawah celana yang masih basah. Padahal nggak ada yang memperhatikan mereka, tapi tidak tahu kenapa mereka berjalan penuh pesona layaknya baru pulang memenangkan peperangan dengan background music yang membahana.

            “Gue emang cute. Alhamdulillah…” Anank berkata dalam hati sambil menyeka rambut lalu menyentuh bibir dengan jari jempolnya.

“Gue emang gagah perkasaaa…” kata Gaduk dalam hati sambil membuka satu kancing atas di bajunya nampakin dadanya yang kekar.

            Tapi emang bener, Anank bertampang cute asli. Manis pula. Tubuhnya lebih tinggi 7 cm dari Gaduk dengan perawakan langsing berisi. Sementara Gaduk emang asli gagah. Tubuhnya gempal berotot dengan wajah agak mirip actor Dede Yusuf.

            Keduanya kembali masuk kelas. Anank duduk bersebelahan dengan Gaduk. Keduanya melakukan gerakan duduk di bangku dengan adegan slow motion yang sering ada dalam video klip lagu-lagu romantis Malaysia.

            Anank dan Gaduk saling pandang.

“Lo sih lama banget, gue nunggu tau gak, keburu hujan deh?” protes Anank, lalu mimik mukanya berganti dan berkata lembut bak Dian Sastro, “ingin rasanya tadi gue brangkat duluan, tapi gue nggak tega ninggalin lo Duk! Habis kalo sendirian lo sering salah nikung.”

Gaduk pun menghela nafas tabah seperti orang lagi kena musibah, “hmmhh… maapin gue Nank, semuanya telah terjadi. Ini mungkin memang sudah suratan kadir. Kita ambil hikmahnya saja yah.”  

            D’GUBH!! Satu jab Anank mendarat di perut Gaduk. Dia gemes mendengar jawaban Gaduk mentang-mentang diprotes dengan lembut.

“Ookh..i-iya deh Naank! Gue janji ngga be’ol sambil main game lagiii… Jangan terlalu keras sama gue dong Naaank..! Gue kan makhluk lembut,” Gaduk merintih memegangi perutnya. Maksudnya main game di Hape hasil download.

            “Iya lembut. Lembut dan licin kayak biawak lo ah! Kan udah sering gue bilang, itu yang membuat lo lupa waktu. Main gamenya bisa kapan ajah,” dengus Anank sambil ngelap tinjunya dengan tissue. Untung Anank yang jago beladiri itu bisa mengontrol kekuatannya, kalo nggak, mungkin sarapan Gaduk bakal keluar lagi dalam wujud asalnya (walah).

Nun mati bertemu huruf Ba. Eh salah. Nun dekat di belakang mereka, duduklah the part of the group The Tampan lainnya, Abaz dan Ranoy.

“Nyahh..nyah..hahaa.. rasain tuh Duk!” Abaz tertawa, mirip Djoker musuh Batman karena tulang pipi sama dagunya nongol berlebih bila Abaz ketawa. “Untung gue tadi berinisiatip naik taxi bareng Ranoy..”

Makhluk ini berperawakan kurus kekar, paling coklat (item lah), dan paling tua. Wajar kulitnya lebih item, soalnya pulang sekolah beliau langsung bekerja di ladang, kejar setoran ngurus kebon cabe dan tomat milik ketua RTnya.

            Sementara itu Ranoy yang berwajah lugu standar nasional dari tadi tertiwi-tiwi dengan kedua tangan menutup mulutnya, kayak ketawanya Teletubies.

“Ihihi..ihh.. Gue males pake CBR kalo lintasan basah. Mending pake Jazz aja,” celetuk Ranoy yang maksudnya malas bersepeda kalo lagi hujan lebih baik naik taxi aja.  

            Oh Nooo… Hampir lupa kalo masih ada satu lagi the part of the group mereka yaitu Jojo. Sosok cowo prasejarah yang satu ini terbuang jauh dengan mereka karena beda kelas di SMA Ghanalai. Anank, Abaz, dan Gaduk kenal dengan Jojo karena merupakan sepupu beda kakek (sepupu dua kali) dari Ranoy.

Beliau hijrah dari kota Amuntai ke Kandangan untuk masuk ke sekolah SMA Ghanalai ini. Karena Jojo ngontrak rumah, jadilah rumahnya Jojo tempat berkumpulnya para satwa langka ini dalam mengarungi bahtera pecah dan rombengnya layar kehidupan.

 

* * *

Siang pun beranjak dikit di hari yang sama. Jam pelajaran akhir sudah 20 menit berjalan pasti. Sementara gerimis yang dari tadi pagi kadang turun kadang berhenti, kini udah asli reda sentausa. Terdengar dari dalam got, sawah, dan empang suara-suara katak yang bersahutan. Sejuk deh.

Jojo yang lagi ngantuk di kelasnya (dingin sih, siang lagi) menerawang hampa melihat bu guru Zaskia Merekah yang ngajar Biologi. Bibir tebel sensual dibalut lipstik berminyak bekas makan gorengan, bu guru itu cuap-cuap mendikte tapi sambil nulis sendiri di blekbord.  Jojo agak bosan juga karena dari tadi menulis melulu di papan tulis tanpa ada penjelasan yang sifatnya pendalaman materi.

 “Kenapa sih ngga si Desy Rantangnasi aja yang disuruh nulis, kan sekretaris kelas tuh. Enak dipandang pula, sedaaap,” batin busuk Jojo bergumam tegar sambil meniup-niup poni mesir kunonya.

Tiba-tiba dia terkejut. Khayalan syurgawinya musnah seketika. Tangannya masuk ke saku celana dan mendapati 1 sms di hapenya yang tadi bergetar indah.

“Nget plan qta pul skul ntar, anank ma abaz udh acc, siapin power lo, pret ahh..” begitu isi pesan yang dikirim oleh Gaduk dihape Jojo.

“Tentu mas, oh yess..” Jojo membalas sms tersebut.

            Kayaknya mereka akan menjalankan rencana bejat nan licik tingkat tinggi. Tulisan di sms tadi kan nggak ada nama Ranoy karena emang dia yang jadi target kebiadaban mereka. Hal ini disebabkan hari Jum’at kemaren itu adalah HUT-nya Ranoy. Mereka sih udah beri hadiah, tapi hadiah yang sebenarnya masih belum.

            Jojo yang suka banget aroma jahil jadi sangat bernafsu. Raut wajahnya berubah jadi durjana banget dengan alis naik tajam dan senyum pembunuh sadis. Otaknya langsung ngebayangin gimana ekspresi korbannya. Dia pun sesumbar dan nggak bisa lagi menahan kebahagiaannya itu. Meledaklah tawa Rahwananya dengan wajah menengadah ke atas dan kedua tangan bertolak pinggang.

“BERRHAA..HAHAHAA..!!!”

Semua penghuni kelas kaget bukan main dan TU’PAKK!!! Sebongkah penghapus papan tulis mendarat di wajah jahil Jojo dan meninggalkan bekas kapur putih. “Fuhh..hehe..pisss..” moncong Jojo mendengus asap kapur sambil garuk kepala dan tangan kanannya mengisyaratkan Peace.

 

* * *

Bell tanda akhir jam pelajaran di SMA Ghanalai menjerit merdu dan pilu.

The final countdown.. we living together… Torere-reett..toreret-tetteeet…

Bunyi bell dengan lagu Final Countdown milik band legendaris Europe itu, mampu menggetarkan hati seisi sekolah. Sebenarnya bell itu berupa MP3 player yang diisi lagu-lagu pilihan di ruang pengawas jam. Mantab khan.

Semua siswa-siswi dan para dewan Guru mulai meninggalkan area sekolah. Sementara itu di sudut ujung lorong sekolah, teronggoklah benda kekar berambut Almarhum Jacko. Tak lain adalah Abaz yang sudah siap sedia memantau para Guru. Di sampingnya terpampang poster minuman serbuk instan AKAY, minuman yang saat ini disukai dalam dan luar negri dengan rasa buah mangga khas Kal-Sel, mangga Kasturi. Perusahaannya dulu hanya berupa usaha rumah tangga di Kandangan, tapi makin berkembang karena banyak yang suka sampai akhirnya menjadi salah satu produk andalan Indonesia. Bahan bakunya juga banyak tersedia di Kandangan karena memang pohon mangga Kasturi ini cuma numbuh di Kalimantan Selatan.  

“Hmm.. bentar lagi pada pulang semua. Kepsek aja neh yang agak lama’an. Bentar lagi. Hmm.. Cepetan pulang Pak.. Cepetaaann..Cepetaann..” bisik Abaz sendirian kayak ngerayu anak SMP sambil ngupil dengan khidmat.

Jojo tralala-trilili khas anak TK keluar kelas menghampiri Anank, Gaduk, dan Ranoy yang udah duluan ada di area belakang sekolah. Dekat empang.

“Ada hajatan apa sih lo Nank? Koq kita gak buru-buru pulang ke kandang?” tanya Ranoy dengan wajah lugu standar nasional.

Gaduk nge-play 1 lagu Korea berirama akustik romantis yang menyayat hati di hape-nya. Angin sawah bertiup malas membawa aroma tanah basah. Anank menatap tajam mata Ranoy, kemudian membuang pandangan nelangsa ke hamparan sawah belakang sekolah, seakan dirinya sedang curhat di tepian danau saat musim salju tiba. Ohhh…

“Noy, lo jangan salah paham yah, lo kan akrab banget sama si Barkiah? Lo kan juga sodara gue. Bisa tolongin gue ngga? Soalnya.. Duh, gue juga bingung sebenarnya gue pengennya gimanaaa gitu baeknya sama dia. Tapi..,” perkataan Anank terputus merdu. Dia menghela nafas, menyibak rambut indahnya dan kembali memandang nelangsa khas Drama Asia. Ohhh…

Ranoy menggigit bibirnya yang setipis bibir Rapper 50 Cent.

Jojo merangkul pundak Ranoy.

“Lo kan tau Noy, temen kita ini sama kayak kita juga, sama-sama gak pernah makan kisah pacaran? Sedangkan yang namanya cinta pasti kan ada dalam setiap insan manusia,” jelas Jojo dengan liukan tangan ala penyair.

“Iye iye, trus trus.,” wajah Ranoy serius banget menyimak. Hidungnya merekah.

“Nahhh.. Jadi lo yang atur gimana caranya agar tu cewe ngerti bahwa Anank suka sama dia tapi jangan melakukan aktivitas pacaran,” kata Jojo. “Bingung ngga lo? Pasti bingung kan? Ya kan? Gue yang ganteng aja bingung nih,” tambah Jojo menjadi-jadi.  

Tiba-tiba muncul Abaz dibelakang mereka kayak ninja dari goa hantu.

“SEMUA UDAH PULAAAANG!!”.

Mata Anank, Gaduk, dan Jojo berkilat. Ting..!!

Anank langsung mlintir tangan Ranoy dengan jurus warisan. Jojo membekap kedua kaki Ranoy yang terlentang karena tangannya terplintir. Gaduk dengan sigap membekap tubuh Ranoy erat-erat. Jadilah Ranoy tak bisa berontak dan bergerak karena tubuhnya sudah terkunci oleh 3 bajingan yang setara ular Phyton lapar.

Dengan wajah biadab mirip Djoker, Abaz ketawa sejadi-jadinya.

“Nyaahh..nyah..hahaa..!! Terimalah kado ultah dari kami yang sesunggohnya!! Terimalah pembalasan dendamko atas rencanamu bulan lalu di hari ultahkoo!! Engkauww telah menceburrr..kan diriku ke empang nestapa inihh!!” seru Abaz puitis dengan telunjuk mengarah ke empang.

Wajahnya kini semakin seram ditambah angin sawah yang bertiup kencang mengacak-acak rambut kriwilnya. Abaz pun merobek bajunya sendiri dengan sangar sambil berteriak lantang.

“LEMMPAARRR DIAAA!!!” 

Ketiga gladiator itu pun melempar tubuh Ranoy dengan santun dan penuh kasih sayang. Dalam gerak slow motion Ranoy menjerit pasrah kaya aktris Hollywood dalam acting pemerkosaan.

“Oouh Noooo!!” BYUARRR!!! Tubuh Ranoy salto gratis ke dalam empang. Dia meronta di tengah keruhnya empang, “Oh maigot!! Noo.. Nooo.. Help mehh..”

Sedangkan Abaz dengan gagah perkasa mengacungkan tinjunya ke langit, “Nyahh..nyah..haha..!! Akulah penguasa duniaaa!!” Tawanya semakin menjadi, lalu batuk-batuk sendiri dan adegan slow motion-pun berakhir sudah. Ting !!

 

* * *

To be continued

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment